Foto Kegiatan
Video Kegiatan
Dialog Kegiatan
Pertanyaan
1 1. Menurut anda, apakah kerukunan dalam beragama di Indonesia sudah terlihat jelas atau tidak?
2. Di Indonesia terdapat peristiwa penistaan agama yang terjadi saat ini. Menurut anda bagaimana hal ini terjadi dan cara menyikapinya?
3. Menurut anda apakah perkembangan teknologi yang sangat pesat mempengaruhi pola pikir dan rasa toleransi antar umat beragama?
4. Menurut anda, jika ada kabar atau fakta dimana ada warga yang beragama sama melakukan penistaan terhadap agama orang lain. Apa tindakan yang akan anda lakukan untuk membersihkan nama agama anda?
5. Menurut anda, apa pesan untuk generasi muda bangsa Indonesia mengenai keBhinnekaan dalam bentuk umat beragama?
Kegiatan 1:
1.
Jawab
1.
Karena sejak awal penduduk di Indonesia sudah
beranekaragam kehidupan beragamanya pun sudah rukun dan walapun ada perpecahan
yang terjadi itu tidak mewakili seluruh agama hanya bagian orang – orang itu
saja.
2.
Penistaan itu adalah hal yang jelek dan karena
agama adalah hal yang sensitif maka kita hanya harus sadar dengan hal itu dan
omongan yang kita katakan. Akan lebih baik jika kita tahu agama orang lain
berdasarkan sikap mereka daripada menanyakannya langsung.
3.
Semuanya baik – baik saja. Jika dibilang
mempengaruhi memang mempengaruhi tetapi mereka tetap berjalan bersama,
perkembangan teknologi membuat dan agama mengingatkan akan baik buruknya
pengetahuan tersebut.
4.
Jika
orang tersebut memang bersalah secara hukum maka orang tersebut memanglah
bersalah dan memanglah harus dihukum dengan hukum yang ada dinegara.
5.
Karena memang sudah rukun dengan sesama sebagai
umat beragama sejak awal seperti di BINUS yang diberi kebebasan beragama tanpa
membeda – bedakan maka tetap lanjutkanlah dan peliharalah kerukunan yang sudah
terjalin.
Kegiatan 2:
1.
- Kerukunan sudah
terbina lama tapi mungkin generasi zaman sekarang sudah melupakan nilai-nilai
pancasila, karena kita sudah melihat jelas lambang negara kita itu kata
Bhinneka Tunggal Ika. Negara kita ini terbentuk kebersamaan dalam bentuk
perbedaan berbeda tatapi tetap rukun. Dunia medsos begitu membooming jadi yang
sekarang ini dampak keliatan kerukunan agama itu mulai rengang karena tidak memakai
nilai kebangsaan yang ada di negara kita.
2.
- Mengatakan
penistaan agama karena mungkin yang berbicara ini sebetul tidak mengerti agama
yang dibicarakan. Misalnya saya seorang buddhist, sayakan tidak berhak
membicarakan agama kristen, islam, hindu, dan lain-lain karenakan saya tidak
mempelajari hanya tau sepotong terus ngomong kan salah. Kalau tidak tahu lebih
baikkan kita diam. Karena setiap manusia itu punya akal, pikiran dan kebebasan
untuk memeluk agama. Jadi kita tidak boleh menilai agama lain tidak benar.
Menurut
Pembicara “Agama
itu adalah yang menuntun kita ke arah yang baik”. Contoh dulu saya suka
marah-marah dengan kenal agama ini(buddha) menjadi orang yang tenang.
3.
- Sangat
berpengaruh, karena sekarang ini filternya sudah tidak ada zaman dulukan masih
tersaring. Sekarang itukan medsos(facebook, whatsapp) semua itu apapun bisa.
Era digial itu dipotong, disambung menjadi sebuah Hoax dan itu mengganggu orang
yang masih tingkat bawah dia tidak bisa membedakan berita ini bener atau
rekayasa. Karena tidak ada filter ini yang menjadi masalah, jadi pemerintah
membuat aturan supaya orang itu tidak sembarangan segala macem berita itu ada
baiknya. Karena masyarakat kita belum semuanya melek IT(teknologi).
4.
- Begini kalau
orang lain kalau saya tidak kenal saya tidak bisa berbuah apa-apa. Kalau kita
kenal baik paling kita sebagai teman ya kita nasehati “kamu jangan bicara
seperti itu nanti menimbulkan perpecahan”. Kalau di ajaran buddha ada prasasti
yang ditulis oleh raja Asoka ”siapa yang menjelek-jelekan agama orang lain
sesungguhnya menjelekan agamanya sendiri”. Jadi kita sebetulnya tidak perlu
agama kita, kita bela itu tidak perlu. Setiap agama itu ada mencelah contoh
agama hindu orang tidak suka agama hindu dicelah, orang yang tidak suka agama
buddha dicelah, kristen juga sama, islam juga sama, konghucu juga sama, semua
agama itu ada saja celahannya. Tapi agama itu bukan dilihat harus dibela tapi
dilaksanakan dengan baik dan benar. Orang yang membela agama untungnya apa,
apakah dengan membela agama itu pasti masuk surga. Contoh untuk membela agama
supaya agamanya benar lalu membunuh orang apakah masuk surga tetapi yang jelas
pasti masuk penjara. Agama itu tidak bisa dibela karena agama itu tuntunan
hidup yang penting tidak merugikan orang lain.
5.
- Sebenarnya
keBhineekaan itu bisa kita bentuk bilamana kita itu bisa menerima perbedaan
karena tidak ada semua orang yang sama, bisa menerimanya perbedaan tapi tidak
menjelek-jelekan orang lain. Contoh dalam perkaian sodara kita dari papua
dengan pakaian yang seperti itu, apa kita harus mencela dia. Dia merasa sudah
berpakaian walaupun pakaiannya rumbe-rumbe tapi buat dia itu udah berpakaian,
itu pakaian dia kita tidak perlu menilai tapi kita bisa menerima. Beda tapi
kita bisa menerima dan menghargai itu yang penting
Kegiatan 3:
1.
Kerukunan umat beragama itu ada di desa maupun
di Jakarta (kota). Kesan kalau kerukunan beragama tidak jelas itu hanya ada
beberapa saat saja.
2.
Penistaan agama pada saat ini hanya muncul
sesaat saja hanya dalam event tertentu saja saja seperti pilkada.
3.
Sangat berpengaruh, teknologi sangat memengaruhi
orang-orang. Dunia digital dapat memengaruhi kerukunan melalui berita-berita.
Kita sebagai penerima harus dapat memilah dengan baik.
4.
Berdasarkan kitab saya, tidak ada yang
mengajarkan untuk menista agama. Selama ini saya tidak pernah mendapat laporan
warga jemaat saya menista agama.
5. Indonesia ini dibentuk oleh orang yang sadar tentang hidup gotong-royong. Kemudian membentuk negara ini dengan berbagai agama yang diakui. Dasarnya sudah ada, tinggal kita yang menjalani. Jadi negara ini sudah menjamin kerukunan umat beragama. Kalian kalau masuk ke dalam komplek ini ada plang, di atas masjid di bawahnya gereja, satu papan, (masyarakatnya) rukun-rukun saja. Kalau kalian pernah ke Grogol, di dekat saya ada gereja yang pernah di pimpin, di sebrangnya ada madrasah. Kita di sana saling membantu seperti meminjamkan lapangan parkir saat membutuhkan (sholat Jumat, Natal, dll). Orang Indonesia rukun-rukun saja kok, akur-akur saja. Mengapa gereja tidak boleh beribadah? Karena soal ijin yang masing-masing daerah berbeda. Gereja di Kalimantan dapat dibangun dengan mudah. Menurut saya ya, rukun-rukun saja. Ini kan negara kesatuan kok, sama saja, dimana saja sama. Karena sebentar lagi pesta politik 2019, lambang agama dipakai. Jadi intinya semua agama yang ada di Indonesia itu rukun-rukun semua. Ketika bencana alam, gereja saya mengirimkan bantuan untuk yang terkena bencana.












Tidak ada komentar:
Posting Komentar