Minggu, 10 Desember 2017

Laporan Kegiatan



Foto Kegiatan





















Video Kegiatan
Dialog Kegiatan
Pertanyaan
 1         1. Menurut anda, apakah kerukunan dalam beragama di Indonesia sudah terlihat jelas  atau tidak?
2. Di Indonesia terdapat peristiwa penistaan agama yang terjadi saat ini. Menurut anda bagaimana hal ini terjadi dan cara menyikapinya?
3. Menurut anda apakah perkembangan teknologi yang sangat pesat mempengaruhi pola pikir dan rasa toleransi antar umat beragama?
4. Menurut anda, jika ada kabar atau fakta dimana ada warga yang beragama sama melakukan penistaan terhadap agama orang lain. Apa tindakan yang akan anda lakukan untuk membersihkan nama agama anda?
5. Menurut anda, apa pesan untuk generasi muda bangsa Indonesia mengenai keBhinnekaan dalam bentuk umat beragama?
Kegiatan 1:
1.              
Jawab
1.       Karena sejak awal penduduk di Indonesia sudah beranekaragam kehidupan beragamanya pun sudah rukun dan walapun ada perpecahan yang terjadi itu tidak mewakili seluruh agama hanya bagian orang – orang itu saja.
2.       Penistaan itu adalah hal yang jelek dan karena agama adalah hal yang sensitif maka kita hanya harus sadar dengan hal itu dan omongan yang kita katakan. Akan lebih baik jika kita tahu agama orang lain berdasarkan sikap mereka daripada menanyakannya langsung.
3.       Semuanya baik – baik saja. Jika dibilang mempengaruhi memang mempengaruhi tetapi mereka tetap berjalan bersama, perkembangan teknologi membuat dan agama mengingatkan akan baik buruknya pengetahuan tersebut.
4.        Jika orang tersebut memang bersalah secara hukum maka orang tersebut memanglah bersalah dan memanglah harus dihukum dengan hukum yang ada dinegara.
5.       Karena memang sudah rukun dengan sesama sebagai umat beragama sejak awal seperti di BINUS yang diberi kebebasan beragama tanpa membeda – bedakan maka tetap lanjutkanlah dan peliharalah kerukunan yang sudah terjalin.
Kegiatan 2:
1. 
- Kerukunan sudah terbina lama tapi mungkin generasi zaman sekarang sudah melupakan nilai-nilai pancasila, karena kita sudah melihat jelas lambang negara kita itu kata Bhinneka Tunggal Ika. Negara kita ini terbentuk kebersamaan dalam bentuk perbedaan berbeda tatapi tetap rukun. Dunia medsos begitu membooming jadi yang sekarang ini dampak keliatan kerukunan agama itu mulai rengang karena tidak memakai nilai kebangsaan yang ada di negara kita.

2. 
- Mengatakan penistaan agama karena mungkin yang berbicara ini sebetul tidak mengerti agama yang dibicarakan. Misalnya saya seorang buddhist, sayakan tidak berhak membicarakan agama kristen, islam, hindu, dan lain-lain karenakan saya tidak mempelajari hanya tau sepotong terus ngomong kan salah. Kalau tidak tahu lebih baikkan kita diam. Karena setiap manusia itu punya akal, pikiran dan kebebasan untuk memeluk agama. Jadi kita tidak boleh menilai agama lain tidak benar. Menurut
Pembicara “Agama itu adalah yang menuntun kita ke arah yang baik”. Contoh dulu saya suka marah-marah dengan kenal agama ini(buddha) menjadi orang yang tenang.

3. 
- Sangat berpengaruh, karena sekarang ini filternya sudah tidak ada zaman dulukan masih tersaring. Sekarang itukan medsos(facebook, whatsapp) semua itu apapun bisa. Era digial itu dipotong, disambung menjadi sebuah Hoax dan itu mengganggu orang yang masih tingkat bawah dia tidak bisa membedakan berita ini bener atau rekayasa. Karena tidak ada filter ini yang menjadi masalah, jadi pemerintah membuat aturan supaya orang itu tidak sembarangan segala macem berita itu ada baiknya. Karena masyarakat kita belum semuanya melek IT(teknologi).

4. 
- Begini kalau orang lain kalau saya tidak kenal saya tidak bisa berbuah apa-apa. Kalau kita kenal baik paling kita sebagai teman ya kita nasehati “kamu jangan bicara seperti itu nanti menimbulkan perpecahan”. Kalau di ajaran buddha ada prasasti yang ditulis oleh raja Asoka ”siapa yang menjelek-jelekan agama orang lain sesungguhnya menjelekan agamanya sendiri”. Jadi kita sebetulnya tidak perlu agama kita, kita bela itu tidak perlu. Setiap agama itu ada mencelah contoh agama hindu orang tidak suka agama hindu dicelah, orang yang tidak suka agama buddha dicelah, kristen juga sama, islam juga sama, konghucu juga sama, semua agama itu ada saja celahannya. Tapi agama itu bukan dilihat harus dibela tapi dilaksanakan dengan baik dan benar. Orang yang membela agama untungnya apa, apakah dengan membela agama itu pasti masuk surga. Contoh untuk membela agama supaya agamanya benar lalu membunuh orang apakah masuk surga tetapi yang jelas pasti masuk penjara. Agama itu tidak bisa dibela karena agama itu tuntunan hidup yang penting tidak merugikan orang lain.

5. 
- Sebenarnya keBhineekaan itu bisa kita bentuk bilamana kita itu bisa menerima perbedaan karena tidak ada semua orang yang sama, bisa menerimanya perbedaan tapi tidak menjelek-jelekan orang lain. Contoh dalam perkaian sodara kita dari papua dengan pakaian yang seperti itu, apa kita harus mencela dia. Dia merasa sudah berpakaian walaupun pakaiannya rumbe-rumbe tapi buat dia itu udah berpakaian, itu pakaian dia kita tidak perlu menilai tapi kita bisa menerima. Beda tapi kita bisa menerima dan menghargai itu yang penting 
Kegiatan 3:

1.       Kerukunan umat beragama itu ada di desa maupun di Jakarta (kota). Kesan kalau kerukunan beragama tidak jelas itu hanya ada beberapa saat saja.
2.       Penistaan agama pada saat ini hanya muncul sesaat saja hanya dalam event tertentu saja saja seperti pilkada.
3.       Sangat berpengaruh, teknologi sangat memengaruhi orang-orang. Dunia digital dapat memengaruhi kerukunan melalui berita-berita. Kita sebagai penerima harus dapat memilah dengan baik.
4.       Berdasarkan kitab saya, tidak ada yang mengajarkan untuk menista agama. Selama ini saya tidak pernah mendapat laporan warga jemaat saya menista agama.


5.       Indonesia ini dibentuk oleh orang yang sadar tentang hidup gotong-royong. Kemudian membentuk negara ini dengan berbagai agama yang diakui. Dasarnya sudah ada, tinggal kita yang menjalani. Jadi negara ini sudah menjamin kerukunan umat beragama. Kalian kalau masuk ke dalam komplek ini ada plang, di atas masjid di bawahnya gereja, satu papan, (masyarakatnya) rukun-rukun saja. Kalau kalian pernah ke Grogol, di dekat saya ada gereja yang pernah di pimpin, di sebrangnya ada madrasah. Kita di sana saling membantu seperti meminjamkan lapangan parkir saat membutuhkan (sholat Jumat, Natal, dll). Orang Indonesia rukun-rukun saja kok, akur-akur saja. Mengapa gereja tidak boleh beribadah? Karena soal ijin yang masing-masing daerah berbeda. Gereja di Kalimantan dapat dibangun dengan mudah. Menurut saya ya, rukun-rukun saja. Ini kan negara kesatuan kok, sama saja, dimana saja sama. Karena sebentar lagi pesta politik 2019, lambang agama dipakai. Jadi intinya semua agama yang ada di Indonesia itu rukun-rukun semua. Ketika bencana alam, gereja saya mengirimkan bantuan untuk yang terkena bencana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar