Jumat, 27 Oktober 2017

Proposal


CBDC – TFI
Character Building  Agama

MELAKUKAN KEGIATAN – Kepedulian Sosial








Judul Project
Pandangan Tentang Agama dan Kebhinnekaan Menurut Tokoh Agama Indonesia

Identitas Kelompok

Nim
Nama
Jabatan (ketua, sekertaris, anggota)
2001553730
Ferdryan Cen
Ketua
2001571664
Alex Rocky Cahyadhi
Sekretaris
2001578922
Albertus Christyadhi
Anggota
2001578304
Edwindo Laurenzo .W
Anggota
2001589586
Gelar Muhamad .G
Anggota
2001561335
Kelvin
Anggota
2001563990
Tony Andreas
Anggota
2001570882
Endrew
Anggota



Kelas
LC 01






BINUS UNIVERSITY
2017


HALAMAN PENGESAHAN PROPOSAL

Project Luar Kelas Character Building Agama

1.      Judul Project                           : Pandangan Tentang Agama dan Kebinnekaan Menurut
 Tokoh Agama Indonesia                        
2.      Lokasi Project                        : 1. Vihara Theravada Pitakananda Jl. Jemb. Dua No.176,    RT.2, Pejagalan, Penjaringan, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14450.
2. Gereja Protestan Indonesia Barat
3. Marian Center Indonesia Jl. Karmel II Blok D No.1, RT.012/RW.004, Kb. Jeruk,, RT.9/RW.4, Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11530

3.      Kelompok Target Kegiatan    : Tokoh Agama Katolik, Kristen dan Buddha
4.      Nama Anggota Kelompok      :
1.      Ferdryan Cen                          : Ketua Kelompok
2.      Alex Rocky Cahyadhi             : Sekretaris
3.      Albertus Christyadhi               : Anggota
4.      Endrew                                   : Anggota
5.      Endwindo Laurenzo W           : Anggota
6.      Gelar Muhammad G               : Anggota
7.      Kelvin                                     : Anggota
8.      Tony Andreas                         : Anggota

5.      Mata Kuliah                            : Character Building Agama
6.      Kelas                                       : LC01
7.      Dosen                                     : Untung Suhardi, S.Pd., M.Fil.H

Jakarta,                                               

Mengetahui    
Dosen CB Agama                                                       Ketua Kelompok

                                            


                                                                                               
                                   
           
                                                 
                                   
           
                       
DAFTAR ISI

Pendahuluan…………………………………………………………………………………….
A.    Latar Belakang …...……………………………………………………………….4
B.     Deskripsi Situasi …………………………………………………………………..4
C.     Permasalahan ……...………………………………………………………………4
D.    Tujuan dan Manfaat Kegiatan ………….………………………………………5
Metode Kegiatan………………………………………………………………………………..
A.    Metode dan Rencana Kegiatan ……………………………………….…………..6
B.     Waktu Kegiatan …………………………………………………….…………….6
Konsep………………….…………………………………………………….….……………7
Lampiran
A.    Pengeluaran Biaya Kegiatan …………………………..………….………………8




















BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
Sebagai warga negara Indonesia, kita pasti menganut salah satu agama
untuk menjadi pedoman hidup kita masing – masing. Namun, setiap agama yang berada di Indonesia memiliki ajaran yang berbeda – beda dan memiliki sudut pandang yang berbeda – beda. Dasar negara Indonesia pada sila pertama yang menekankan bahwa Indonesia menjujung tinggi asas agama yang berbunyi “ KeTuhanan Yang Maha Esa” yang berarti negara Indonesia tidak memeluk erat satu agama melainkan mempersatukkan semua agama yang ada di Indonesia. Ada 6 agama yang di akui di Indonesia yakni Islam,Kristen, Khatolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu tentu menjadi keanekaragaman dan ciri khas setiap agama. Setiap agama memiliki tempat ibadah, kita suci, dan tata acara peribadahan atau cara berdoa yang berbeda. Disini kita sebagai warga negara Indonesia perlu memiliki rasa toleransi antar umat beragama yang sudah menjadi kebhinnekaan bangsa kita. Sudah layaknya apabila kita mencari tahu keberagaman agama agar tidak terjadi salah paham yang dapat menibulkann perpecahan antar agama dan pertentangan antar umat beragama dan saling hidup rukun.

B.   Deskripsi Situasi
Di era teknologi yang semakin berkembang masih sangat rawan dengan
perdamainan antar umat beragama. Pada tahun sekarang ini, ada begitu banyak isu tentang penistaan agama. Tetapi isu yang disebarkan tersebut belum tentu benar adanya dan sumber dari isu tersebut tidak diketahui atau biasanya yang di kenal dengan kata HOAX. Hal ini membuat banyak warga Indonesia terjerat dalam perselisihan agama dan menimulkan perpecahan antar umat beragama atau hilangnya rasa toleransi antar agama.

C.   Permasalahan
Di jaman yang semakin berkembang ini banyak orang yang terjerat dalam
perselisihan antar agama. Namun, sumber permasalahnnya tidak diketahui dari mana asalnya. Untuk di jaman sekarang ini warga Indonesia lebih percaya HOAX atau berita yang bohong daripada berita yang sebenarnya. Hal ini yang dapat membahayakan warga Indonesia karena akan membuat perpecahan dalam persatuan bangsa Indonesia. Biasanya dalam masalah tersebut ada profokator – profokator yang bukan dari agama yang diperselisihkan ikut – ikutan untuk meghancurkan agama lain. Ini lah yang sangat disayangkan jika warga menjadi berselisih karena adanya masalah antar agama yang sebenarnya atau aslinya tidak nyata.

D.   Tujuan dan Manfaat Kegiatan
Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui pendapat atau pandangan –
pandangan dari para tokoh agama yang ada di Indonesia tentang perselisihan yang timbul antar umat agama yang berbeda – beda dan menghindari berita yang tidak benar atau yang disebut HOAX yang dapat memecah belah agama di Indonesia dan manfaat kegiatan ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara kita menghindari perselisihan dan berita – berita yang tidak benar adanya dan cara mengatasi permasalahan yang timbul dari perbedaan masing – masing agama.
















BAB II
METODE KEGIATAN

A.  Metode dan Rencana Kegiatan
Pada pelaksaannya kamu akan melakukan kegiatan wawancara dengan sejumlah tokoh agama Indonesia yang meliputi agama Islam, Kristen dan Buddha. Namun, sebelum kegiatan ini dimulai kami meminta persetujuan dari masing – masing tokoh agama Indonesia untuk bersedia kami wawancara dan merekan seluruh kegiatan wawancara. Dalam pelaksanaanya kami menyiapkan lima pertanyaan yang masing – masing pertanyaan, di mana setiap pertanyaan bertopik agama dan kebhinnekaan. Berikut adalah pertanyaan wawancara yang akan kamu ajukan :
1. Menurut bapak/ibu, apakah kerukunan dalam beragama di Indonesia sudah terlihat jelas  atau tidak?
2. Di Indonesia terdapat peristiwa penistaan agama yang terjadi saat ini. Menurut bapak/ibu, bagaimana hal ini terjadi dan cara menyikapinya?
3. Menurut bapak/ibu, apakah perkembangan teknologi yang sangat pesat mempengaruhi pola pikir dan rasa toleransi antar umat beragama?
4. Menurut bapak/ibu, Bagaimana upaya menyujudkan toleransi antar umat beragama?
5. Menurut bapak/ibu, apa pesan untuk generasi muda bangsa Indonesia mengenai keBhinnekaan dalam bentuk umat beragama?

B.   Waktu Kegiatan









BAB III
KONSEP

            Di jaman sekarang ini, negara Indonesia mengalami perselisihan antar agama. Di mana perselisihan tersebut menimbulkan perpecahan agama yang berada di Indonesia. Indonesia memiliki 6 agama yang diakuinya dan masing – masing agama tersebut selalu terpusatkan pada Agama dan keBhinnekaan. Agama yang artinya sebuah koleksi terorganisir dari kepercayaan, sistem budaya dan pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tatanan atau perintah dari kehidupan sedangkan bhinneka adalah moto atau semboyan bangsa Indonesia yang tertulis pada lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila. Agama dan keBhinnekaan harus menjadi satu dalam persatuan dan kesatuan Indonesia.
            Dalam Agama yang berada di Indonesia memiliki peran tokoh agama di setiap agama untuk menjaga kerukunan antar agama. Tokoh agama tersebut adalah ulama, pendeta,biksu,romo,ustad, dan lain – lain. Biasanya dalam suatu agama yang memiliki tokoh agama atau pemuka agama memiliki konstribusi dalam agamanya tersebut, sehingga banyak dijadikan panutan dan teladan bagi masyarakat ataupun pemeluk agama tersebut. Jika tokoh agama atau pemuka agama tidak memiliki konstribusi dalam agamanya tersebut maka yang akan terjadi adalah perpecahan antar agama dan tidak memiliki rasa toleransi antar agama.
            Jadi untuk menyelesaikan perselisihan atau perpecahan antar agama di Indonesia. Kita perlu mengetahui sumber masalah tersebut dan jangan percaya sumber yang tidak tahu asal usulnya atau menayakan tentang agama dan  kebhinnekaan kepada para tokoh agama karena tokoh agama memiliki peran yang penting di dalam suatu agama. Untuk itu, kita melakukan kegiatan wawancara untuk mengatasi dan menghindari perpecahan antar umat dari pandangan para tokoh di Indonesia.